Kisah pembuat animasi – Cerita singkat Eizouken ni wa te o Dasu na!
Animasi sendiri sudah
dikenal sejak lama oleh manusia. Mulai dari penemuan gambar-gambar berbentuk
hewan yang terdiri dari beberapa gerakan dalam sebuah gua, hingga animasi
menggunakan CGI (Computer Generated Imagery) seperti Toy Story, telah mengisi
berbagai kenangan masa kecil orang-orang. Bahkan, orangtua kita sekalipun pasti
masih ingat dengan kartun masa kecilnya yang ada di televisi.
Perkembangan animasi
sendiri sudah sangat pesat. Dahulu, animasi dibuat dengan menggunakan teknik
stop motion. Namun sekarang, animasi bisa dibuat dan dipelajari dengan mudah
lewat software-software dan video tutorial yang tersebar di internet. Berbagai
studio animasi pun bermunculan dan saling menciptakan keunikan style dari
masing-masing karya mereka.
Tapi pernakah kalian
terpikirkan bagaimana proses pembuatan animasi ini berjalan? Tenang, anime “Eizouken
ni wa te o Dasu na!” karya Masaaki Yuasa ini telah merangkumnya dengan sangat
baik.
Dikisahkan ada seorang
anak perempuan bernama Midori Asakusa yang bercita-cita membuat anime. Kemauannya
ini didasari oleh animenya yang ditonton semasa kecil, dan membentuk kekreatifan
akan imajinasinya. Hal itu membuatnya mampu mengkombinasikan berbagai bentuk
kekurangan menjadi hal yang justru menambah keuntungan. Meskipun begitu, Midori
bukanlah anak yang pandai berkomunikasi sebelum bertemu dengan Sayaka Kanamori.
Selain Kanamori, Midori
juga bertemu dengan Tsubame Misuzaki. Seorang idol sekaligus model muda yang
juga kaya raya. Walau orangtuanya mengharapkan Tsubame menjadi sosok model yang
sempurna, Tsubame lebih tertarik terhadap anime dikarenekan hobinya ketika
membuat ilustrasi. Sebetulnya, kemampuan Midori dan Tsubame adalah kombinasi
yang sempurna dalam perealisasian ide animenya. Akan tetapi hal yang kurang,
mereka tidak pandai memikirkan bagaimana produk dari ide mereka menjadi barang
yang dikenal orang serta menghasilkan. Bukan sembarang untung, namun jerih
payah pembuatan anime tersebut membutuhkan modal yang tidak sedikit.
Disinilah, peran
penting dari Kanamori berjalan. Kanamori mengusulkan untuk membuat klub tentang
pembuatan anime. Sayangnya, proposal pembuatan klubnya ini ditolak dikarenakan
klub tentang anime sudah ada (walaupun sebetulnya itu klub penelitian anime,
bukan pembuatan anime). Akhirnya, dengan memutar otak, Kanamori mengusulkan merubah
namanya menjadi “klub film”.
Modal pertama telah
didapatkan, tapi justru tantangan baru dimulai. Mau lihat bagaimana kelanjutan
susah payahnya pembuatan anime Midori dan Tsubame, serta berbagai strategi
pemasarannya Kanamori? Silahkan ditonton animenya.
Baca juga : Cinta itu apa? - Cerita singkat Happy Sugar Life

3 Komentar
Oiya, buat kalian yang penasaran bagaimana strategi penasaran yang jitu, yuk kunjungi blog berikut https://kakreksy.blogspot.com
BalasHapusSiapa tahu, jiwa-jiwa Kanamori kalian keluar, ehehe
Mantap min
BalasHapusmantap min lanjutkan
BalasHapus