[Review] Promare : anime nyentrik yang asik – Man of Culture
Hai semua, apa kabar?
Kali ini mimin gak akan bikin cerita singkat tentang sebuah anime, tapi lagi
belajar untuk mereview. Bedanya, kalo yang biasa mimin tulis itu tentang cerita
awal dari animenya, kali ini kita akan mereview animenya. Tentu ini berdasarkan
perpektif mimin sendiri ya, jadi mimin mohon maaf bila ada kesoktahuan ketika
membuat review ini.
Promare adalah anime
debutnya studio Trigger dalam pembuatan film anime yang berkolaborasi dengan
XFlag dan sudah tayang pada 24 Mei 2019 lalu. Film anime ini bercerita tentang
adanya mutasi aneh yang membuat manusia-manusia menjadi bisa mengendalikan api.
Para manusia mutasi ini disebut dengan Burnish.
Konflik berfokus di
kota Promepolis, dimana para burnish memiliki sebuah organisasi bernama “Mad
Burnish” yang secara berencana membakar gedung-gedung untuk memuaskan naluri
burnish mereka. Akan tetapi pasukan pemadam kebakaran “Burning Rescue Fire”
selalu datang ke tempat kebakaran dan memadamkan apinya.
Cerita/Plot/Story
Untuk bagian cerita
sendiri, Promare tidak lebih dari anime shounen lain yang premisnya bisa
ketebaklah. Cerita di anime Promare ini sangat simpel dan mudah dipahami,
sehingga ringan untuk ditonton dikala luang.
Karakter
Untuk bagian karakter,
terasa sekali bahwa karakter sampingan di anime ini hampir tidak ada yang
melekat dihati para penonton, terutama mimin sendiri. Kalo kata situs-situs
besar itu, karakter sampingan di anime ini tak lain hanya bagian dari pendukung
dunia yang ada di Promare, yang membuat seolah-olah dunia dalam promare ini
memiliki banyak kejadian.
Paling-paling, kalian
akan ingat 3 nama utama seperti Galo thymos, Lio Fotia, dan Krey Foresight saja
untuk bagian karakter utamanya.
Grafis dan Animasi
Untuk bagian ini,
kalian perlu dan harus khawatir. Karena KEREN BANGET. Yup, gak perlu
dibandingin lagi, animasi over the top nya studio Trigger dalam hal action
emang gak ada jelek-jeleknya. Warna-warni dari api burnish yang cukup nyentrik
untuk warna api menambah ke-colorful-an setiap scene action.
Bukan hanya dalam scene
action, warna-warna halus yang digunakan ketika scene ngobrol atau narasi
sukses bikin mata adem.
Sfx dan OST
Meski dibagian karakter
dan story anime Promare ini sangat kurang, akan tetapi dalam Grafis, animasi,
Sfx, dan OST sangat sukses dan bagus sekali. Suara dalam pertempuran, suara
ledakan, suara mecha, menurut mimin sudah sangat sempurna dan cocok ditelinga
mimin.
Bagaimana dengan
OST-nya? Kakusei – Superfly, Inferno dan Nexusnya Hiroyuki sawano sudah
memberikan peran ost yang sangat sempurna mengisi jalannya anime.
Bagaimana, tertarik
menonton film “Promare” ini? Kalian bisa nonton secara streaming di
netflix/Disney +/Funimation.
Terima kasih telah
membaca review anime “Promare” ini sampai habis, jangan lupa kritik dan
sarannya, sampai jumpa.
Salam manusia budaya!

0 Komentar