[Review] Promare : anime nyentrik yang asik – Man of Culture

 [Review] Promare : anime nyentrik yang asik – Man of Culture

PROMARE-06_compressed_google Images_Man of Culture


Hai semua, apa kabar? Kali ini mimin gak akan bikin cerita singkat tentang sebuah anime, tapi lagi belajar untuk mereview. Bedanya, kalo yang biasa mimin tulis itu tentang cerita awal dari animenya, kali ini kita akan mereview animenya. Tentu ini berdasarkan perpektif mimin sendiri ya, jadi mimin mohon maaf bila ada kesoktahuan ketika membuat review ini.

Promare adalah anime debutnya studio Trigger dalam pembuatan film anime yang berkolaborasi dengan XFlag dan sudah tayang pada 24 Mei 2019 lalu. Film anime ini bercerita tentang adanya mutasi aneh yang membuat manusia-manusia menjadi bisa mengendalikan api. Para manusia mutasi ini disebut dengan Burnish.

Konflik berfokus di kota Promepolis, dimana para burnish memiliki sebuah organisasi bernama “Mad Burnish” yang secara berencana membakar gedung-gedung untuk memuaskan naluri burnish mereka. Akan tetapi pasukan pemadam kebakaran “Burning Rescue Fire” selalu datang ke tempat kebakaran dan memadamkan apinya.

 

Cerita/Plot/Story

Untuk bagian cerita sendiri, Promare tidak lebih dari anime shounen lain yang premisnya bisa ketebaklah. Cerita di anime Promare ini sangat simpel dan mudah dipahami, sehingga ringan untuk ditonton dikala luang.

 

Karakter

Untuk bagian karakter, terasa sekali bahwa karakter sampingan di anime ini hampir tidak ada yang melekat dihati para penonton, terutama mimin sendiri. Kalo kata situs-situs besar itu, karakter sampingan di anime ini tak lain hanya bagian dari pendukung dunia yang ada di Promare, yang membuat seolah-olah dunia dalam promare ini memiliki banyak kejadian.

Paling-paling, kalian akan ingat 3 nama utama seperti Galo thymos, Lio Fotia, dan Krey Foresight saja untuk bagian karakter utamanya.

 

Grafis dan Animasi

Untuk bagian ini, kalian perlu dan harus khawatir. Karena KEREN BANGET. Yup, gak perlu dibandingin lagi, animasi over the top nya studio Trigger dalam hal action emang gak ada jelek-jeleknya. Warna-warni dari api burnish yang cukup nyentrik untuk warna api menambah ke-colorful-an setiap scene action.

Bukan hanya dalam scene action, warna-warna halus yang digunakan ketika scene ngobrol atau narasi sukses bikin mata adem.

 

Sfx dan OST

Meski dibagian karakter dan story anime Promare ini sangat kurang, akan tetapi dalam Grafis, animasi, Sfx, dan OST sangat sukses dan bagus sekali. Suara dalam pertempuran, suara ledakan, suara mecha, menurut mimin sudah sangat sempurna dan cocok ditelinga mimin.

Bagaimana dengan OST-nya? Kakusei – Superfly, Inferno dan Nexusnya Hiroyuki sawano sudah memberikan peran ost yang sangat sempurna mengisi jalannya anime.

 

Bagaimana, tertarik menonton film “Promare” ini? Kalian bisa nonton secara streaming di netflix/Disney +/Funimation.

 

Terima kasih telah membaca review anime “Promare” ini sampai habis, jangan lupa kritik dan sarannya, sampai jumpa.

Salam manusia budaya!

Posting Komentar

0 Komentar