Tangan besi, Hati murni – Cerita singkat Violet Evergarden
Pernahkah kalian
melihat peperangan? Atau kalian pernah ikut berperang?
Tentu saja, Perang yang
dimaksud disini bukanlah perang di gim online ataupun perang adu mulut antar
fandom yang kadang tidak ada gunanya. Perang disini adalah perang dalam arti
harfiah. Meskipun belum pernah ikut berperang, tapi dengan berbagai cerita
serta film yang memiliki latar peperangan, kita bisa membayangkan betapa
menyeramkan dan suramnya kondisi disana. Entah itu untuk tentara-tentara yang
berperangnya, maupun tempat terjadinya peperangan.
Orang yang ikut
berpartisipasi dalam peperangan haruslah orang yang siap mental dan fisik.
Karena di dalam peperangan, semua hal bisa terjadi dengan sangat cepat. Kematian,
pembunuhan, suara jeritan, darah memuncrat terjadi dimana-mana. Bukan berarti
orang-orang yang ikut peperangan tidak punya hati, tapi dalam peperangan justru
saat itulah hati nuraninya diuji.
Tapi Violet,
benar-benar tidak punya perasaan. Siapa Violet? Violet adalah tokoh utama dari
serial anime garapan studio Kyoto Animation tahun 2018 berjudul “Violet
Evergarden”.
Diceritakan Violet
adalah seorang anak pungut dari tawanan perang. Seorang anak yang belum bisa
membaca dan menulis, namun jangan ditanya kepandaiannya dalam bertarung. Violet
dibeli oleh seorang jenderal, dan dihadiahkan kepada adiknya bernama Mayor
Gilbert. Meskipun Violet digunakan sebagai alat untuk berperang, Mayor Gilbert
tidak tega melihat kondisinya. Belum lagi Violet adalah seorang perempuan.
Setelah diberikan baju
dan berbagai makanan enak, Violet kecil ternyata tak mau mendengar perkataan
siapapun kecuali perkataan Mayor Gilbert. Selama merawatnya, Mayor Gilbert juga
mengajarinya cara membaca dan menulis. Saat perang tiba, mau tidak mau Mayor
Gilbert menggunakan Violet. Seperti kata kakaknya, kemampuan “alat” ini sangat
menakjubkan. Semua orang dilibat habis tak bersisa.
Tak lama kemudian,
operasi peperangan mencapai operasi terakhirnya. Kembali Violet dan Mayor
Gilbert melakukan penyerangan bersama, hingga ketika mereka berhasil masuk ke
gedung musuh. Mayor Gilbert tertembak di bagian mata kanan dan kakinya. Violet
juga kehilangan kedua lengannya. Di saat terakhir itu, Mayor Gilbert
mengucapkan perintah terakhirnya, sekaligus kalimat asing yang baru pertama
kali di dengar Violet dalam hidupnya.
“Violet, kamu harus
tetap hidup dan bebas. Dari lubuk hatiku, aku mencintaimu”
Bagaimana
kelanjutannya? Silahkan ditonton animenya.
Terima kasih telah
membaca artikel ini dan salam manusia budaya!

1 Komentar
gaskeun nonton anime nya lah , mau ada movie nya juga kan ya
BalasHapus